Perhatikan Gejala STROKE Sejak Dini

Apa Itu Stroke?

Menurut data World Health Organization (WHO) ada tahun 2018, resiko angka kematian yang disebabkan oleh stroke di Indonesia mencapai 252.473 atau 14,83%  dari total jumlah penduduknya dan Indonesia menduduki peringkat ke-7 di dunia.

Otak adalah organ yang sangat kompleks mengendalikan berbagai fungsi tubuh.

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terhambat atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak atau kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.

Efek stroke bergantung pada lokasi obstruksi jaringan otak mana yang terpengaruh sehingga mengakibatkan komplikasi neurologis pada bagian sisi tubuh tertentu, seperti ketidakseimbangan koordinasi antara organ satu dan lainnya.

Ada tiga jenis utama stroke, yaitu :

1. Stroke Iskemik (Ischeme Stroke)

Stroke Iskemik terjadi ketika aliran darah melalui arteri yang menyuplai darah kaya oksigen ke otak tersumbat. Gumpalan darah yang tersumbat sering disebabkan oleh aterosklerosis, merupakan penumpukan timbunan lemak di lapisan paling dalam pembuluh darah. Sebagian dari timbunan lemak ini dapat memutuskan dan menghambat aliran darah di otak.

2. Stroke Hemoragik (Hemorrhagic stroke)

Stroke Hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menumpahkan darah ke jaringan lainnya. Darah yang bocor memberi terlalu banyak tekanan pada sel-sel otak dan merusaknya.

Ada tiga jenis stroke Hemoragik yaitu, aneurisma, malformasi arteri venosa dan hipertensi.

3. Serangan Stroke Ringan (Transient ishemic attack – TIA)

TIA dikenal juga dengan stroke sementara atau ministroke. Gumpalan darah menghambat aliran darah ke otak dan menyebabkan TIA. Biasanya hal ini terjadi dalam waktu singkat hingga lima menit. Namun, Anda tidak boleh mengabaikan gejala TIA, bahkan jika mereka menghilang dengan cepat.

Mari perhatikan gejala-gejala stroke :

  1. Salah satu sisi wajah terlihat menurun, tidak mampu tersenyum atau mata terkulai.
  2. Kebingungan mendadak, seperti kesulitan memahami apa yang dikatakan orang.
  3. Tiba-tiba sakit kepala parah yang tidak diketahui apa penyebabnya.
  4. Kesulitan melihat di satu atau kedua mata.
  5. Kesulitan berjalan, pusing mendadak, atau kehilangan koordinasi beberapa bagian tubuh.

Ada beberapa faktor resiko stroke, diantaranya,

Faktor kesehatan ;

Faktor gaya hidup ;

  • Kebiasaan merokok
  • Kurangnya aktifitas fisik atau olahraga
  • Kecanduan alkohol
  • Efek konsumsi obat-obatan tertentu

Kementrian Kesehatan menyebutkan, stroke bisa menyerang siapa saja, tak melulu lansia.

Mari peduli gejala stroke sejak dini sebelum terlambat. Konsultasikan kebutuhan Anda pada team kami melalui laman media sosial NetCare yang tertera. Kesehatan dan kenyamanan pasien adalah prioritas kami. (team NetCare)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *