Pemasangan Kateter Urine (Selang Kencing) oleh Perawat Homecare

Jika kandung kemih tidak dikosongkan, urin dapat menumpuk dan menyebabkan tekanan pada ginjal. Tekanan tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal, yang dapat berbahaya dan mengakibatkan kerusakan permanen pada ginjal .

Indikasi dan kontraindikasi pemasangan kateter urine umumnya digunakan oleh pasien dengan keadaan :

  • Tidak mampu mengosongkan kandung kemih
  • Inkontinesia urine atau retensi urine
  • Aliran urine terhambat karena penyakit tertentu
  • Proses persalinan operasi caesar
  • Cedera pada saraf kandung kemih
  • Kondisi kesehatan mental seperti dimensia, dll
  • Pemberian obat langsung ke dalam kandung kemih.

Biasanya pemasangan kateter hanya bersifat sementara sampai pasien mampu kembali buang air kecil sendiri tanpa hambatan.

Kontraindikasi :

Ada 3 tipe kateter yang biasanya digunakan, diantaranya :

1. Indwelling catheter (Kateter Urine Menetap)

Kateter urin ini dimasukkan dengan cara yang sama seperti kateter intermiten, tetapi kateter dibiarkan di tempatnya.

Kateter dipegang di kandung kemih oleh balon berisi air, yang mencegahnya jatuh. Jenis kateter ini sering dikenal sebagai kateter Foley. Urine dikeringkan melalui tabung yang terhubung ke kantong penampung, yang dapat diikatkan ke bagian kaki Anda atau dipasang pada dudukan di lantai.

Kateter yang menetap terkadang dilengkapi dengan katup. Katup dapat dibuka untuk memungkinkan urin dialirkan ke toilet, dan ditutup untuk memungkinkan kandung kemih terisi dengan urin sampai drainase nyaman.

Kebanyakan kateter yang menetap perlu diganti setidaknya setiap 3 bulan.

2. Intermitten catheter

Kateter intermitten biasanya dirancang untuk digunakan sekali dan kemudian dibuang.

Cara menggunakannya bervariasi dari orang ke orang. Anda mungkin disarankan untuk menggunakannya secara berkala dengan jarak yang merata sepanjang hari, atau hanya ketika Anda merasa membutuhkan toilet.

3. Condom catheter

Kateter kondom memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kateter internal. Misalnya, mereka:

  • Lebih kecil kemungkinannya menyebabkan infeksi saluran kemih terkait kateter (CAUTI)
  • Lebih nyaman
  • Menyebabkan lebih sedikit pembatasan gerakan
  • Non-invasif (tidak ada yang dimasukkan ke dalam tubuh Anda)
  • Tersedia untuk digunakan di rumah (bisa dipakai tanpa dokter atau perawat)

Namun untuk pemakaian kondom kateter bagi pasien lanjut usia atau dengan penyakit tertentu yang masih bisa melakukan aktifitas keseharian, bahan ini rentan mengalami kebocoran.

Untuk pemasangan kateter urine permanen , proses pemasangan ini sebaiknya dilakukan oleh perawat atau dokter agar lebih aman.

Team perawat NetCare mampu menangani pemasangan kateter urine ke rumah menyesuaikan kebutuhan pasien. Mari konsultasikan pada kami kebutuhan keluarga Anda mengenai layanan medis ke rumah, NetCare akan berusaha memberikan solusi terbaik dari masalah Anda.

Berikut ini merupakan tatalaksana yang biasanya dilakukan team perawat NetCare dalam proses pemasangan Catheter Urine :

  1. Perawat akan membuka dan membersihkan alat kelamin pasien sebelumnya
  2. Proses sterilisasi pada alat kelamin
  3. Selang urine akan diberi pelumas khusus atau cairan lubrikasi untuk memudahkan masuk ke dalam uretra
  4. Perlahan selang akan dimasukkan ke dalam saluran sehingga mencapai leher kandung kemih
  5. Perawat akan mengisi balon dengan cairan tertentu sebagai penahan selang
  6. Selanjutnya, kateter akan ditarik perlahan sampai batas balon penahan
  7. Memasang urine bag dengan meletakkannya ke bawah tempat tidur agar aliran urine tetap turun.

Untuk jenis kateter berbahan silicone dapat digunakan selama 1 bulan, bahannya lentur dan lebih fleksible dibanding kateter berbahan lateks.

Kateter urine dapat tersumbat dikarenakan posisi kateter yang berubah, adanya gumpalan darah hingga adanya infeksi.

Untuk mengatasi selang kateter yang tersumbat, ada teknik yang dapat dilakukan, misalnya spooling dengan cairan. Namun teknik ini hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis seperti perawat atau dokter.

Jika teknik ini tidak berhasil, maka selang kateter harus dilepas dan dipasang selang baru kembali.

Apakah urine bisa merembes meskipun telah menggunakan kateter?

Ya, bisa saja.

Kateter urine yang bocor atau merembes, dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya :

  • Gangguan pada otot dasar panggul
  • Posisi selang terlipat
  • Balon penahan tidak mengembang sempurna di dalam kandung kemih
  • Selang kotor sehingga terjadi sumbatan
  • Ada kebocoran pada selang atau urine bag

Berhati-hatilah, jangan sampai selang kencing tertarik.

Kebersihan kateter dan area kelamin pun harus dijaga agar tidak mudah terkontaminasi bakteri dan zat lain yang dapat menimbulkan infeksi.

Jika terjadi masalah lain pada saat pemakaian selang kencing, segera berkonsultasilah pada dokter urology yang merawat Anda.

NetCare juga dapat menyediakan perawatan terbaik untuk rawat pasien yang terpasang kateter urine. Anda dapat segera menghubungi kami telepon atau Whatsapp di 081284745024.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *