Kenali Terapi Chiropractic

Apa itu Terapi Chiropractic?

Kemampuan self healing adalah sebuah kekuatan luar biasa dari Chiropractic. Pasalnya, pasien bisa menyeimbangkan tubuh dan melepaskan berbagai tekanan saraf pada terapi ini. Sehingga tubuh mampu menyembuhkan tubuhnya sendiri.

Itulah mengapa terapi ini mengoptimalkan fungsi dan kerja dari sistem saraf itu sendiri.

Kendati sering menimbulkan pro kontra, Chiropractic adalah metode pengobatan tulang belakang yang telah diakui di dunia kesehatan.

Chiropractic selama ini diklaim sebagai bentuk metode terapi untuk mengoreksi kelainan tulang belakang, sendi, saraf dan otot.

Terapi Chiropractic (Spinal Manipulation) terhadap Low Back Pain adalah teknik yang dilakukan menggunakan tangan atau alat untuk memberikan dorongan yang terkontrol pada tulang belakang.

Untuk sebagian masyarakat awam, terapi ini sama dengan pijat. Namun keduanya merupakan hal yang berbeda.

Sebelum menjalani terapi Chiropractic disarankan pasien menggunakan baju yang longgar dan nyaman serta melepaskan aksesoris lain pada tubuh.

Sebelumnya  terapis akan mengecek rekam medis dan melakukan pemeriksaan fisik berupa X-Ray untuk melihat apakah ada keretakan pada tulang.

Bila tidak ada keretakan pada tulang, maka pasien diperbolehkan mengikuti terapi ini.

Selanjutnya pasien akan diminta berbaring atau duduk di tempat tidur khusus untuk dipandu melakukan gerakan tertentu dengan cara manipulasi tulang belakang.

Saat melakukan gerakan-gerakan tersebut bisa saja pasien akan mendengarkan bunyi gemeretak.

Banyak orang mengatakan bahwa setelah mengikuti terapi ini tubuh rasanya jauh lebih ringan dan rileks.

 

Mengapa yang Diatasi Tulang Belakang?

Karena di tulang belakanglah semua saraf-saraf berkumpul. Terdapat ratusan saraf dan setiap saraf terhubung dengan regulasi tubuh dan mengontrol semuanya.

Awalnya ilmu Chiropractic ditemukan oleh seorang  yang berasal dari Kanada, bernama Daniel David Palmer pada tahun 1872.

Pengobatan ini sering dianggap tradisional karena tidak menggunakan obat-obatan maupun tindakan operasi.

Prinsip dasar terapi ini adalah penyembuhan dengan tangan. Namun menurut dr. Tinal, Chiropractic tidak lagi disebut pengobatan tradisional melainkan Complementary Health Medicine.

Di Amerika, sekitar 35% orang yang mengunjungi klinik Chiriopractic karena ingin mengatasi masalah di pinggang, nyeri leher, cedera olahraga dan masalah bentuk tulang belakang yang tidak normal.

Karena masih banyaknya  kontroversi mengenai terapi ini sebaiknya periksakan ke dokter spesialis Anda jika ada masalah tulang mengganggu.

Ada beberapa kondisi yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan terapi ini, yaitu :

  • Osteoporosis
  • Arthritis
  • Saraf terjepit (HNP)
  • Memiliki riwayat kanker
  • Patah tulang
  • Mengonsumsi obat-obat tertentu

 

Untuk menjadi seorang terapi Chiropractic harus menempuh  pendidikan khusus.

Jadi salah apabila ada yang mengatakan bahwa Chiropractic tidak ada sekolahnya.

Pedoman tatalaksana Chiropractic itu tertulis, bukan hanya tekuk sana sini. Ada sekitar 100 lebih teknik yang digunakan.

Seorang Chiropractor akan memilih teknik yang sesuai dengan kasus pasien.

Pengobatan Chiropractic ini sudah diakui berbagai negara diantaranya Amerika dan Australia.

Sebaiknya, jika Anda ingin mengikuti terapi ini pertimbangkan dahulu dari segi faktor keamanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.