Closeup of female hand in doctors coat pointing or holding Low Poly Wireframe Kidney. Medicine, healthcare and advertisement concept, Vector Illustration
Jasa Perawat Homecare CAPD Gagal Ginjal

CAPD (Continuous Ambulatory Peitoneal Dialysis) atau disebut juga Dialisis Peitoneal Mandiri Berkesinambungan (DPMB) merupakan suatu metode terapi pengganti ginjal yang ditujukan pada pasien penyakit gagal ginjal kronik tahap akhir atau tahap terminal.

Berbeda dengan Hemodialisa yang menggunakan mesin, CAPD menggunakan membran di dalam rongga perut sebagai pengganti fungsi ginjal.

Pada prosedur CAPD, cairan yang mengandung glukosa (cairan dialisat) dimasukkan ke dalam tubuh melalui suatu selang kecil yang ditanam sebelumnya dalam rongga perut atau dikenal dengan kateter.

Prosedur pemasangan kateter ini membutuhkan rawat inap selama 18 hingga 24 jam. Kateter yang terpasang akan dihubungkan dengan transfer set yang mudah disembunyikan dibalik pakaian.  Karena adanya perbedaan konsentrasi dialisat selanjutnya akan menarik racun maupun kelebihan air dari dalam tubuh pasien.

Cairan dialisat berada dalam rongga perut kurang lebih 5-6 jam dan selanjutnya dikeluarkan.

Perbandingan CAPD dengan Hemodialisa

Bila dibandingkan dengan Hemodialisa (HD), tentu CAPD memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:

  • CAPD biaya lebih murah daripada HD. Biaya lebih murah 10 hingga 15% dibandingkan HD.
  • Lebih mudah dan fleksibel digunakan pasien kapan saja, tidak harus ke rumah sakit seperti ketika melakukan HD. Pasien dapat melakukan sendiri setelah di edukasi perawat atau bila tidak yakin untuk melakukannya sendiri dapat menggunakan jasa perawat Homecare melakukan bantuan CAPD.
  • Penggunaan obat-obatan lebih sedikit.
  • Lebih leluasa dan mandiri.
  • Batasan makanan dan minumam tidak seketat pasien yang menjalani HD.
  • Tidak perlu suntikan atau jarum infuse.
  • Resiko terjadinya Dimensia lebih rendah.
  • Lebih sedikit masalah bagi pasien anemia.

Pada CAPD fungsi ginjal masih ada dan akan bisa dipertahankan lebih lama jadi lebih alami. Prosesnya juga tidak mengganggu jantung. Sedangkan HD bisa membuat urin lebih sedikit bahkan jadi hilang.

 

Kekurangan CAPD

CAPD belum tentu tepat bagi semua penderita gagal ginjal. Kondisi ini yang membuat cuci darah CAPD sulit dilakukan adalah;

  1. Mengidap penyakit Hernia, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, infeksi bakteri Clostridium difficile, kanker usus, penyakit hati stadium akhir dengan asites.
  2. Memiliki lubang atau aroma pada perut karena menggunakan kolostomi atau ileostomi.
  3. Pernah menjalani operasi perut beberapa kali.
  4. Obesitas atau kegemukan.
  5. Kurang mampu merawat diri sendiri hingga butuh bantuan orang lain. Nah, disinilah peran perawat Homecare untuk membantu pasien CAPD.

 

Resiko CAPD

Ada beberapa kondisi yang lebih rentan terjadi akibat CAPD, yaitu;

  1. Hernia. Lubang di otot perut tampat masuknya kateter dan tekanan dari rongga perut akibat cairan dialisis dapat mengakibatkan munculnya hernia di dekat pusar, selangkangan atau dekat tempat masuknya kateter.
  2. Kenaikan Berat Badan dan Kadar Gula Berlebih. Cairan dialisis mengandung gula yang bisa terserap oleh tubuh sehingga pasien beresiko mengalami kenaikan berat badan dan diabetes.
  3. Perut Membesar. Selama cairan dialisis ada dalam perut mungkin terasa seperti kembung atau penuh namun tidak sampai menyebabkan nyeri.
  4. Masalah Pencernaan. Pasien yang menjalani CAPD lebih sering mengalami masalah pencernaan seperti: penyakit asam lambung (GERD), sakit maag (dispepsia), penyumbatan usus,atau perlengketan usus.
  5. Infeksi. Infeksi bisa terjadi pada kulit di sekitar tempat masuknya kateter atau di dalam rongga perut (peritonitis) akibat masuknya kuman dalam kateter.

 

Cuci darah dapat mengurangi keluhan dan memperpanjang harapan hidup namun tidak dapat mengobati penyakit gagal ginjal.

Dengan mempertimbangkan segala manfaat dan resiko CAPD, pasien gagal ginjal diharapkan dapat memilih metode penyaringan cairan darah yang paling sesuai untuk dirinya namun jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter lebih dahulu agar diberikan penjelasan dan arahan yang sesuai kondisi.

Jika Anda sebagai pasien CAPD masih ragu untuk melakukan tindakan sendiri di rumah, silahkan konsultasikan keluhan anda pada NETCARE untuk solusi perawat CAPD ke rumah. Pelayanan yang hangat dan ramah disertai skill perawat dalam menangani CAPD tentu dapat diandalkan. (team NetCare)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *