Hubungan Gula Sebagai Pemicu Kanker

Aktivitas Gula di dalam Tubuh

Gula adalah bahan bakar untuk sel-sel kanker. Bahkan sebenarnya gula adalah bahan bakar semua sel di dalam tubuh.

Gula adalah jenis karbohidrat sederhana.

Saat Anda mengonsumsinya, pankreas menghasilkan insulinyaitu suatu hormon yang membantu mengubah gula menjadi energi untuk sel-sel tubuh.

Terlalu banyak mengonsumsi gula, menyebabkan tubuh akan menghasilkan lebih banyak hormon IGF (Insulin-Like Growth Factor).

IGF ini merangsang pertumbuhan dan menghambat kematian sel-sel kanker.

Pola makan tinggi gula juga berkontribusi pada peradangan di seluruh tubuh sehingga mengakibatkan kerusakan sel, memicu pertumbuhan tumor dan kanker.

Obesitas juga menjadi penyebab utama kanker. Oleh karena itu, kurangi resiko kanker Anda dengan mengelola berat badan dan membatasi asupan gula.

Dalam beberapa penelitian menunjukkan, bahwa banyak orang yang terkena kanker kolorektal, pankreas ataupun payudara, memiliki insulin yang tinggi sebelum didiagnosis.

Bukan berarti harus berhenti mengonsumsi gula secara keseluruhan, namun hal paling penting adalah bagaimana cara kita mengontrol asupan gula dengan cerdas.

Sel untuk  mengatur gula darah terdiri atas 2 jenis, yaitu sel kanker dan sel sehat.

Studi di Belgia menyebutkan, bagaimana riset selama 9 tahun mencoba mengamati dari dekat sel kanker mengolah gula darah dalam bentuk glukosa sebagai sumber energi.

Hingga kini diketahui bahwa sel kanker mengolah glukosa melalui proses fermentasi yang menghasilkan asam laktat.

Sebaliknya sel sehat melakukannya melalui proses respirasi normal, dimana glukosa diubah menjadi karbondioksida dan air.

Proses fermentasi ini juga membuat sel kanker tumbuh lebih cepat dari pada sel sehat.

Untuk melihat proses lebih dekat, para peneliti menggunakan sel ragi yang tumbuh cepat melalui proses fermentasi.

Sel ini mempunyai protein RAS, serupa dengan yang ditemukan pada sel kanker.

Protein RAS adalah protoonkogen, yaitu gen yang mengatur pertumbuhan sel.

Bila mengalami mutasi, protoonkogen dapat berubah menjadi onkogen atau gen penyebab kanker.

Pada prosesnya, fermetasi glukosa akan menghasilkan senyawa perantara yang membuat protein RAS teraktivasi permanen.

Melalui siklus  tersebut diperlihatkan adanya hubungan antara gula dengan tingkat perburukan kanker.

Gula yang berasal dari karbohidrat kompleks lebih lambat diproses  dan terserap ke dalam tubuh, sehingga laju perburukan sel kanker dapat diperlambat.

 

Bagaimana Contoh Karbohidrat Kompleks?

Jenis karbohidrat ini dikatakan kompleks karena mengandung banyak ragam nutrisi dari pada  karbohidrat sederhana.

Jenis ini kaya akan serat dan akan dicerna lebih lambat, sehingga akan merasa kenyang lebih lama.

Jenis ini pun sangat ideal untuk membantu penderita diabetes type 2 karena bisa membantu tubuh dalam mengatur letupan gula darah setelah makan.

Serat  dan pati adalah dua tipe dari karbohidrat ini.

Karbohidrat kompleks ditandai dengan rendahnya angka GI (Glycaemic Index). Semakin rendah indeks glikemia berarti kompleks karbohidrat tersebut.

Sumber karbohidrat kompleks antara lain :

1. Oatmeal

 

2. Ubi Jalar

 

3. Kentang

4. Nasi Merah

 

5. Kacang Polong

 

6. Pasta

Pasta variation

 

7. Talas

Selain karbohidrat, penderita kanker juga perlu asupan lemak, vitamin dan mineral.

Khusus untuk lemak, pasien kanker membutuhkan jenis lemak baik, seperti omega-3 yang berasal dari ikan.

Cara penyajian makanan bagi pasien kanker memang berbeda karena umumnya mereka akan merasakan mual yang hebat akibat kemoterapi.

Untuk menyiasati ini, sebaiknya diberikan makanan dalam bentuk lunak sampai cair. Selain mual, implikasi dari kemoterapi juga diare dan muntah.

Jadi, pemantauan makanan dan pentingnya menjaga tubuh pasien agar tetap tercukupi gizinya dan terhindar dari dehidrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.