GERD – 10 Tips Ampuh untuk Mengatasi GERD

Gejala GERD dan Solusi Mengatasinya


By Claryzha Claryn – January 5, 2022

 

Image source : Freepik

GERD atau Gastreophagel Reflux Disease,  penyakit umum yang sering dirasakan oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Penyakit ini merupakan kondisi naiknya asam lambung (refluks) dari perut ke kerongkongan.

GERD rentan membuat penderitanya mengalami stress sehingga menimbulkan gangguan kecemasan (anxiety).

Melansir Medical News Today, sebuah studi tahun 2018 yang melibatkan lebih dari 19.000 orang menemukan, bahwa mereka yang mengalami kecemasan lebih mungkin mengalami gejala GERD.

 

GEJALA YANG DITIMBULKAN

GERD terkadang memiliki gejala yang tidak selalu jelas sehingga membuatnya keliru jika disamakan dengan gejala penyakit lainnya.

Seperti gejala nyeri di ulu hati, hal ini juga dikaitkan dengan penyakit jantung.

Bila tidak segera ditangani, refluks asam lambung bisa memicu masalah yang lebih serius seperti, peningkatan resiko kanker kerongkongan, esophagitis dan masalah pernapasan.

 

  1. Air Liur Berlebih

Saat seseorang mengalami GERD, asam lambung dapat masuk ke tenggorokan mengakibatkan mulut memproduksi air liur lebih banyak.

Air liur yang keluar biasanya terasa lebih asam dari lazimnya.

Terkadang, bagi sebagian penderita GERD dapat mengeluarkan air liur sekitar 2 sendok per menit, hal ini diakibatkan asam lambung yang telah mengiritasi kerongkongan.

 

  1. Dada terasa Ditekan dan Heartburn

GERD juga dapat menyebabkan rasa tekanan ekstrem yang menyakitkan di dada dan menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Hal ini dikarenakan asam lambung yang mengiritasi kerongkongan, bahkan rasa sakit akan menjalar ke leher, lengan hingga punggung.

Banyak orang menyangka GERD di sebabkan oleh serangan jantung. Tentu ada perbedaan antara nyeri GERD dan jantung.

Rasa nyeri GERD biasanya di disertai dengan nyeri dan panas di dada.

Sedangkan pada penyakit jantung, nyeri dada seperti ditekan di bagian kiri hingga menjalar ke tangan kiri, leher atau rahang dan biasanya muncul setelah melakukan aktivitas fisik.

Nyeri akibat GERD tidak akan diperparah akibat aktivitas aktifitas fisik, tidak menyebar ke lengan, hanya dirasakan semakin berat saat berbaring.

 

  1. Mual dan Muntah,

Refluks asam lambung terjadi ketika stringer esofagus bagian bawah (LES – Lower Esophageal Sphincter), yaitu cincin otot yang memisahkan kerongkongan dan perut, tidak mampu menutup kencang setelah penderita menelan makanan atau cairan.

Akibatnya LES tidak berfungsi dengan normal, sehingga mengakibatkan asam lambung dan partikel makanan mengalir kembali ke kerongkongan atau tenggorokan.

Naiknya asam lambung dan partikel makanan lain inilah pemicu rasa mual.

  1. Suara Parau,
  2. Sakit Tenggorokan,
  3. Sulit Tidur,
  4. Bau Mulut,
  5. Sering Bersendawa,
  6. Air Liur Berlebih,
  7. Erosi Enamel Gigi,
  8. Mulut Terasa Asam.

FAKTOR PENYEBAB GERD

Ada beberapa faktor pencetus naiknya asam lambung, yaitu :

  • Stress,
  • Terlambat makan,
  • Perut bagian atas membengkak (hernia hiatus),
  • Efek samping obat tertentu,
  • Makan terlalu banyak,
  • Sering mengonsumsi minuman bersoda kafein, cokelat, mint, alkohol dan produk susu,
  • Makan makanan tertentu misalnya makanan pedas, gorengan, dan lainnya,
  • Tekanan di perut,
  • Kelebihan berat badan atau obesitas,
  • Kebiasaan berbaring setelah makan,
  • Merokok,
  • Mengemil dekat jam tidur.

Gejala ini kerap disertai dengan bersendawa dan batuk sehingga menyebabkan mual bahkan muntah.

 

TIPS MENGATASI GERD

Image source : Freepik

Beberapa tips dibawah ini dapat diterapkan sendiri dirumah untuk mengatasi GERD, seperti :

  1. Mengonsumsi obat-obatan golongan berikut:
  • Antasida (biasanya dijual bebas),
  • Proton pump inhibitor (PPIs) seperti omeprazol, esomeprazole, lansoprazole,
  • H – 2 receptor blockers seperti Ranitidine, Simetidine, Famotidine.

Dalam hal pemberian obat, Anda perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menentukan golongan obat apa yang sesuai gejala yang dirasakan agar tidak menimbulkan komplikasi lain yang lebih parah.

  1. Latihan pernafasan dengan diafragma.

Pada kasus dapat membantu memperbaiki fungsi mekanisme antirefluks sehingga dapat membantu mengurangi gejala.

  1. Minum air hangat, posisikan kepala lebih tinggi saat tidur.
  1. Mengenakan pakaian longgar. Hal ini untuk menghindari tekanan pada perut.
  2. Mengatur posisi badan agar tetap tegak setelah makan selama 2 hingga 3 jam.
  3. Makan dengan porsi sedikit, tetapi dilakukan lebih sering.
  4. Hindari makanan pedas dan asam.
  5. Cobalah untuk berhenti merokok. Karena produk nikotin juga dapat melemahkan dan meningkatkan asam lambung.
  6. Mengunyah permen karet. Cara ini dapat membantu menghilangkan rasa asam di mulut yang menyebabkan mual.
  7. Belajar mengelola dan mengontrol stress untuk mencegah naiknya asam lambung.

Asam lambung juga dapat mengubah sel-sel lapisan esofagus yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker pada area tersebut.

Selain itu, beberapa penyakit pemicu GERD seperti  depresi, anxiety disorder, meningitis, demensia, gangguan metabolik hingga anorexia nervosa dapat menyebabkan komplikasi serius yang berdampak pada perubahan fisik secara ekstrim dan harus segera ditangani secepatnya oleh ahli medis.

Inilah pentingnya memperhatikan dan menjaga kesehatan tubuh serta mengontrol asupan apa saja yang kita konsumsi sehari-hari agar mencegah munculnya GERD. Jangan menganggap sepele agar terhindar dari komplikasinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.