Epilepsi, Antara Mitos dan Fakta – Perawatan Home Care Pasien Epilepsi

Yuk Ketahui Epilepsi, Apa Saja Mitos dan Faktanya

Penyakit atau gangguan yang terjadi di dalam tubuh dapat menyerang siapapun baik anak-anak sampai orang dewasa sekalipun. Maka dianjurkan untuk rutin melakukan medical check-up 3 bulan sekali atau sesuai anjuran dokter agar kesehatan tubuh dapat terkontrol dengan baik.

Ada peribahasa, mencegah lebih baik daripada mengobati, ucapan itu ada benarnya karena menjaga kesehatan dengan rutin melakukan kontrol ke dokter sudah menjadi tindakan pencegahan untuk menghindari sebuah penyakit atau gangguan.

Namun apakah kamu sudah paham mengenai penyakit epilepsi, baik pemicu, gejala hingga mitos yang beredar dikalangan masyarakat secara umum?

Nah, berikut ini merupakan penjelasan mengenai penjelasan penyakit epilepsi secara lengkap.

 

Baca juga : Pemulihan Pasien Stroke – Perawatan Home Care

 

Apa itu Epilepsi?

Penyakit epilepsi atau lebih dikenal dengan sebutan ayan, merupakan sebuah gangguan sistem saraf pusat yang diakibatkan oleh pola aktivitas otak yang tidak berjalan normal.

Efek akibat itu akan menimbulkan beberapa keluhan seperti kejang-kejang, perilaku yang tidak biasa hingga hilangnya kesadaran.

Gangguan yang ini dapat terjadi akibat beberapa hal, seperti kelainan jaringan otak, tidak seimbangnya zat kimia di dalam otak, atau kombinasi akibat beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya gangguan aktifitas listrik saraf otak.

Menurut sumber yang dikutip dari balimedicaljournal.com mengenai estimasi penderita epilepsi di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 1,5 juta dengan prevalensi 0,5-0,6% dari penduduk Indonesia.

Mengacu pada jumlah penderita epilepsi di dunia dengan tingkat insidensi 50,3 per 100.000 populasi dalam skala per tahun.

Frekuensi penderita epilepsi menurut usia di Indonesia memang sangat terbatas, namun banyak yang menderita epilepsi mayoritas terjadi pada anak dan dewasa muda ketimbang kelompok umur yang lain.

 

Pemicu Timbulnya Epilepsi

A child being cared for during an epileptic seizure by a qualified special needs carer

Penyakit epilepsi sendiri sebenarnya dapat menyerang berbagai kelompok umur, umumnya gangguan epilepsi dapat terjadi mulai dari masa kanak-kanak. Berdasarkan penyebab timbulnya epilepsi dapat dibedakan menjadi dua kelompok, sebagai berikut :

Epilepsi idiopatik, atau disebut dengan epilepsi primer merupakan penyebab epilepsi yang tidak diketahui asal mulanya. Namun dokter dan para ahli menduga bahwa kondisi epilepsi ini diakibatkan oleh faktor genetik atau turunan.

Epilepsi simptopik, atau disebut juga epilepsi sekunder merupakan penyebab epilepsi yang dapat diketahui dengan beberapa faktor yang ada, seperti luka berat di kepala, akibat gangguan tumor otak, dan stroke juga dapat mengakibatkan epilepsi sekunder ini.

 

Mitos yang Beredar di Masyarakat mengenai Epilepsi

Orang yang mengalami epilepsi seringkali dijauhi bahkan dipandang buruk oleh masyarakat karena takut tertular penyakitnya. Faktanya, bahwa penyakit epilepsi bukan penyakit menular sehingga tidak ada salahnya bersosialisasi dan berkomunikasi seperti biasa terhadap pengidapnya.

Maka dari itu stigma negatif terhadap pengidap epilepsi yang selama ini berkembang di masyarakat secara umum bahwa epilepsi itu penyakit menular berbahaya adalah mitos atau tidak terbukti kebenarannya.

 

 

Apa saja Gejala Epilepsi?

 

Gejala epilepsi yang umum terjadi adalah kejang berulang. Karakteristik kejang yang ditimbulkan akan bervariasi terhadap satu dengan yang lain bergantung pada kondisi bagian otak yang terganggu untuk pertama kalinya dan seberapa parah gangguan yang ditimbulkan.

Berdasarkan kondisi aktivitas yang tidak normal (abnormal), kejang dibedakan menjadi dua yaitu kejang umum dan parsial.

Kejang umum, terjadi pada keseluruhan bagian otak dan mengakibatkan gejala pada sekujur tubuh pengidap. Terdapat beberapa gejala yang dapat terjadi seperti berikut ini :

  •  Mata yang terbuka saat kejang
  • Kejang tonik yang akan membuat tubuh kaku beberapa menit dan dapat mengakibatkan tubuh jatuh ke lantai.
  • Kejang atonik yang ditandai dengan tubuh pengidap jatuh ke lantai secara tiba-tiba karena otot-otot tubuh menjadi lemas.
  • Kejang klonik yang ditandai dengan gerakan ritmis yang dapat menyerang otot leher, wajah serta lengan tangan.
  • Gejala lainnya terkadang pengidap epilepsi dapat berteriak tidak terkendali dan mengeluarkan suara-suara yang random.
  • Kehilangan kontrol akan buang air kecil dan besar.
  • Kesulitan bernafas sehingga terlihat pucat dan bahkan membiru.
  • Dalam beberapa kasus dapat mengakibatkan pengidap pingsan dan tidak sadarkan diri selama beberapa menit bahkan hitungan jam.
  • Kejang parsial, kejang ini merupakan gangguan yang terjadi pada sebagian tubuh si pengidap saja. Kejang parsial dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • Kejang parsial simpel yaitu kejang yang pengidapnya tidak kehilangan kesadaran.
    • Kejang parsiap kompleks yaitu kejang yang memengaruhi kesadaran pengidapnya, sehingga membuatnya terlihat seperti orang kebingungan dan setengah sadar dalam beberapa saat.

 

Bagaimana Penanganan Epilepsi?

Belum ada metode dan obat untuk menyembuhkan gangguan epilepsi ini.

Namun, untuk penangan mencegah terjadinya kejang sudah ada obatnya, hal ini untuk menahan gejala epilepsi yang berlebihan sehingga pengidapnya dapat melakukan aktivitas dengan normal tanpa adanya gangguan.

 

Baca juga : Cari Perawat ke Rumah? – Berikut Jenis Layanan Kesehatan Home Care

 

Penanganan Pasien Epilepsi

Kejang-kejang yang dialami oleh pengidap epilepsi memang dapat berakibat fatal dalam beberapa keadaan seperti sedang berenang yang mengakibatkan tenggelam, sedang berkendara yang dapat mengalami kecelakaan akibat kejang mendadak. Maka dari itu, penanganan kejang harus ditangani dengan tepat.

Selain obat-obatan, untuk kasus epilepsi khususnya yang diakibatkan oleh stroke, biasanya pasien home care akan terpasang alat kesehatan seperti Sonde/NGT (Selang makan), tracheostomy, infus, cateter urine hingga penggunaan ventilator di rumah.

Dengan adanya alat yang terpasang pada tubuh pasien, tentu hal ini membutuhkan pengawasan khusus dari tenaga medis profesional. Pilihan yang tepat bila Anda menggunakan jasa perawat home care pasien epilepsi, salah satu rekomendasinya adalah NetCare Home Service.

Perawat NetCare merupakan tenaga medis yang telah berlegalitas resmi, profesional dan berpengalaman untuk menangani rawatan epilepsi serta komplikasinya.

Mari diskusikan kebutuhan Anda pada call center kami di 081284745024 untuk mendapatkan solusi layanan perawatan terbaik.

Kami juga menyediakan garansi penggantian kandidat perawat apabila ada ketidakcocokan baik antara keluarga pasien dan tenaga medis kami. Kenyamanan Anda dan keluarga  merupakan salah satu visi utama NetCare.

Penangangan epilepsi dapat di support dengan gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, mengurangi rokok, tidak minum-minuman beralkohol, diet khusus dan adanya pengawasan dari tenaga medis profesional.

 

Kantor Pusat : Jl. Teratai No.47, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Melayani perawatan home care ke seluruh area Jabodetabek dan kota lainnya di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *